My thought…

My thought...

The reason why I could not able to post my blog because I don’t have confident to write. And many negative thoughts come out in my mind, Like my grammar has many errors, people will laugh at me, they don’t like my blog, or no one will interest to read. ūüė¶

However there’s someone encouraged me to make my own blog, means to say there are some people care for me to develop my English grammar. I believe we are here to meet some friends, to help each other and learn from our teachers..So that’s why I made my blog not just to express my feeling but to be a better Learner..^^

God bless you all…^^

Ujung genteng pantai nirwana

Nirwana Pantai Selatan sudah semestinya disandingkan dengan Ujung Genteng, adalah salah satu pantai terindah di pesisir selatan pulau jawa yang langsung berhadapan  dengan liarnya samudera Hindia.

Artikel dan cerita-cerita perjalanan tentang UjungGenteng begitu berserakan di dunia maya,  ini membuktikan bahwa kawasan wisata alam pantai selatan Ujung Gentengsudah telah lama dinikmati oleh semua orang.

Kompas sebagai salah satu media mainstream telah melakukan ekspedisi pesisir selatan jawa, dan Ujung Genteng menjadi salah satu daya tarik ekspedisi di Selatan sukabumi selain pelabuhan ratu. Cerita  ekspedisi tersebut bisa dibaca di catatan ekspedisi kompas, namun begitu banyak yang belum di eksplorasi mengingat banyaknya lokasi menarik dan sempitnya waktu yang digunakan team kompas dalam ekspedisi tersebut. Namun yang menjadi catatan menarik adalah, potensi wisata Ujung Genteng ternyata masih banyak yang belum kenal bagi mayarakat Jakarta, Bandung apalagi kota-kota lain di Indonesia. Jalan yang kurang baik, serta jarak yang cukup jauh dari pusat kota menjadi salah satu alasa yang membuat orangberpikir dua kali menuju daerah tersebut.

Namun, Ujung Genteng tentunya tidak akan mengecewakan para pengunjungnya yang sudah bersusah payah menyempatkan diri berkunjung. Berbagai lokasi yang menarik dan eksotis dengan sendirinya melenyapkan lelah setelah perjalanan menuju lokasi.

Ujung Genteng dengan pesisir pantainya yang panjang dan pasir yang begitu putih bersih menjadi wajar dinyatakan ebagai Nirwana Pantai Selatan. Ombak Tujuh  yang menjadi primadona peselancar mancanegara karena ombaknya yang berurutan tujuh ombak dan tinggi. Pangumbahan selain terkenal dengan pasirnya yang putih menjadi tujuan para penyu Hijau untuk bertelur,  sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk menjadi saksi bagi binatang yang dilindungi ini dalam berkembang biak. Hutan perawan Cikepuh, dengan kondisi yang alami dan masih belum terjamah manusia menambah daya tarik yang penuh misteri.

masih banyak cerita menarik tentang wisata Ujung Genteng sebagai salah satu surga dunia di selatan pulau jawa, menunggu kita untuk menyaksikan Keagungan Pencipta untuk menjadi nilai Kekaguman pada-Nya.ImageImageImage

Kota Tua Jakarta, Wisata Sejarah Kota Jakarta

Kota Tua Jakarta, Wisata Sejarah Kota Jakarta

Tak terlalu sulit untuk menemukan tempat wisata sejarah di Jakarta. Ada banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Salah satu tempat yang melegenda di Jakarta adalah Kota Tua Jakarta. Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia). Kota Tua Jakarta atau yang akrab disebut Kota Tua adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta yang memiliki luas 1,3 kilometer persegi yang melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat, mencakup daerah Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka.

Kota Tua Jakarta merupakan sebuah kawasan yang masih lekat dengan unsur sejarah dan budaya baik itu Belanda maupun Cina. Wilayah Kota Tua ini telah resmi dijadkan sebagai situs warisan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1972. Peresmian Kota Tua sebagai situs budaya ini untuk menjaga arsitektur yang berada di dalam wilayah Kota Tua. Arsitektur bangunan yang berada di kawasan ini memang sangat melegenda dan kental dengan nuansa Belanda. Beberapa bangunan yang bisa dikunjungi saat berkunjung ke Kota Tua antara lain:

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah disebut juga sebagai Museum Sejarah Jakarta. Museum dengan luas sekitar 1300 meter ini memiliki gaya bangunan neoklasik dengan tiga lantai di dalamnya. Museum ini dahulunya merupakan stadhuis atau tempat berkumpulnya kegiatan masyarakat seperti pasar atau pekan raya dan juga bekas Dewan Keadilan.

Museum Wayang
Museum wayang menyimpan berbagai koleksi wayang dari seluruh Indonesia. Koleksi-koleksi tersebut terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan. Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa meskipun ada juga yang berasal dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia.

Museum Bank Mandiri
Museum ini menyimpan koleksi yang berhubungan degan dunia perbankan. Berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan zaman dahulu dan perkembangannya tersimpan di museum ini. Koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brankas, dan lain-lain. Selain itu, museum ini menyimpan alatkelengkapan perbankan tempo dulu seperti peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham.

Museum Bank Indonesia
Museum ini menyajikan sejarah Bank Indonesia mulai dari informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 serta kebijakan-kebijakan Bank Indonesia sampai tahun 2005. Selain itu disimpan pula koleksi uang numismatik yang dikemas secara menarik sejak zaman kerajaan di Indonesia.

Stasiun Jakarta Kota
Dikenal juga dengan Stasiun Beos, stasiun ini merupakan stasiun tujuan akhir atau dengan kata lain tidak memiliki kelanjutan jalur. Stasiun ini usianya telah cukup tua dan memiliki arsitektur yang kental dengan nuansa Belanda.

Museum Seni Rupa
Museum ini terletak di Jalan Pos Kota No 2, tepatnya berada di seberang Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Museum ini memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia. Museum ini menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang. Selain keramik, museum ini juga memajang berbagai lukisan dari berbagai periode masa dan juga kreasi seni rupa kontemporer.

Pelabuhan Sunda Kelapa
Merupakan pelabuhan bersejarah di Indonesia. Pelabuhan Sunda Kelapa ini sempat mencapai kejayaan pada masa Fatahillah. Tidak jauh dari pelabuhan ini terdapat Museum Bahari yang menampilkan dunia kemaritiman Indonesia masa silam serta peninggalan sejarah kolonial Belanda masa lalu. Di sebelah selatan pelabuhan ini terdapat pula Galangan Kapal VOC dan gedung-gedung VOC yang telah direnovasi.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak perubahan yang dialami kawasan Kota Tua. Kawasan Kota Tua yang dulu telah berbeda dengan Kota Tua pada masa sekarag. Bahkan, ada beberapa bangunan yang telah dihancurkan oleh pemerintah provinsi dengan berbagai alasan. Bangunan-bangunan tersebut antara lain:
Benteng Batavia
Gerbang Amsterdam (lokasinya berada dipertigaan Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol dan Jalan Nelayan Timur. Dihancurkan untuk memperlebar akses jalan)
Jalur Trem Batavia (Jalur ini pernah ada di kota Batavia, tetapi sekarang sudah ditimbun dengan aspal. Karena Presiden Soekarno menganggap Trem Batavia yang membuat macet)

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Kota Tua. Pengunjung yang datang tak hanya bisa menikmati sejarah serta arsitektur kota tempo dulu. Banyak penjual jasa yang menawarkan ‚Äėsuasana‚Äô bak Jakarta tempo dulu dengan menyewakan sepeda ontel atau kostum menyerupai orang-orang Belanda seperti baju atau topi. Tak hanya itu, Kota Tua merupakan tempat yang bagus untuk berfoto, apalagi di malam hari. Tak jarang para pasangan yang sedang melakukan foto pre wedding memilih Kota Tua sebagai lokasi foto. Selain karena arsitektur bangunannya yang amat bersejarah, pemandangan Kota Tua di malam hari dengan lampu-lampu khas Belanda menambah suasana romantis Selain menjadi tempat wisata, kawasan Kota Tua juga sering menjadi tempat digelarnya berbagai festival budaya.

Namun, seiring perkembangan zaman kawasan Kota Tua nampaknya tak sepenuhnya terurus. Pemerintah provinsi nampaknya belum sepenuhnya mencurahkan perhatian terhadap pemeliharaan wilayah Kota Tua. Selain itu, kesadaran para wisatawan yang mengunjungi kawasan ini pun masih rendah. Akibatnya, selain banyak bangunan rusak di sana-sini, banyak pula sampah serta kotoran yang berserakan di kawasan Kota Tua. Ditambah lagi banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di area tersebut semakin membuat kawasan Kota Tua kumuh dan jauh dari kata layak sebagai tempat wisata. Hal inilah yang menjadi pekerjaan besar pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menjaga ‚Äėsaksi-saksi‚Äô sejarah Jakarta ini. Selain itu, masyarakat juga harus tumbuh kesadarannya menjadi masyarakat yang ramah lingkungan ketika mereka menjadi wisatawan khususnya ketika mengunjungi Kota Tua. Semua itu dilakukan agar bukti monumental sejarah tetap terpelihara dan menjadi wisata memorial bagi anak cucu kita di masa mendatang.

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, J …
Overview
Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka).
Dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.